Description
Ayah dalam tulisan-tulisan ini adalah manusia biasa. Ia pernah lelah, pernah keliru, pernah gagal, tetapi tetap memilih bertahan dan bertanggung jawab. Justru dari ketidaksempurnaan itulah nilai-nilai kehidupan tumbuh di hati anak-anaknya.
Setiap kisah dan refleksi disajikan secara lugas dan mengalir, sehingga mudah dipahami pembaca awam. Ada tulisan yang mengundang senyum karena kedekatannya dengan pengalaman sehari-hari. Ada pula yang mengetuk kesadaran, menghadirkan rasa haru, rindu, bahkan penyesalan.
Semoga buku ini menjadi pengingat lembut bahwa waktu tidak selalu memberi kesempatan kedua. Jika setelah membacanya kita tergerak untuk mendekat, mendoakan, atau mengucapkan satu kalimat sederhana, “Ayah, terima kasih untuk semuanya,” maka buku ini telah menemukan maknanya.






Reviews
There are no reviews yet.